menus

Jumat, 19 Agustus 2016

PEREMPUAN UNTUK LAKI-LAKI KEJI, KENAPA...?


PEREMPUAN UNTUK LAKI-LAKI KEJI, KENAPA...?

Oleh: Ibnu Hilal

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-permpuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula...". ( QS An-Nur 24:26 )

Dalam Ayat di atas, Allah menginformasikan sekaligus menjanjikan kepada kita semua, bahwasanya perempuan yang keji akan mendapatkan laki-laki yang keji, begitupun sebaliknya.

Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa pasangan hidup kita nanti, sebenarnya mudah sekali dan kitapun bisa memprediksinya dari sekarang juga, caranya dengan melihat diri kita sendiri.
Seberapa yakin kita kepada Allah?
Sampai dimana kualitas dan kuantitas ibadah  kita?
Seperti apa Akhlaq kita?

 Setelah kita melihat dan menilai diri kita seperti apa, maka tidak akan jauh berbeda, seperti itulah pasangan hidup kita kelak. Sederhananya, kita adalah cerminan dari pasangan hidup kita nanti.

Dalam realitasnya, tidak sedikit kita jumpai baik itu keluarga, tetangga atau teman dekat kita mendapati pasangan hidup yang tidak sesuai sebagaimana yang telah di janjikan Allah SWT. Mereka yang kita kenal baik, ibadahnya rajin dan akhlaqnya bagus malah menikah dengan yang tidak baik, suka melalaikan bahkan berani meninggalkan kewajiban dan akhlaqnya amat buruk, ataupun sebaliknya.

Bukankah dalam Al-Quran tidak seperti itu.
Kenapa bisa terjadi kontradiksi seperti ini?
Tidak mungkin Allah SWT tidak menepati janji-Nya, karena Allah telah berfirman dalam Quran surat Ali-imron 3:9 "...sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." begitu juga dalam surat yang sama ayat 194 Allah SWT berfirman "...sesungguhnya engkau (Allah) tidak pernah mengingkari janji".

Jodoh memang sudah di tentukan Oleh Allah SWT, namun kita yang mengusahakannya. Kita memiliki pilihan untuk melakukan dan menentukan sesuatu, memilih sesuatu dan menjadi sesuatu. Kehendak bebas atau kesempatan memilih yang di berikan Allah SWT kepada manusia inilah yang akhirnya menghasilkan konsekuensi logis. Yaitu pertanggungjawaban manusia atas perbuatan-perbuatan yang dipilih olehnya, baik itu di dunia terlebih lagi di akhirat yang kita kenal dengan Hisab.

Begitu juga dalam kasus pasangan hidup yang tidak sesuai dengan yang di janjikan oleh  Allah SWT, bukan ayatnya yang salah & juga bukan pula Allah SWT yang mengingkari janji, melainkan itu kesalahan diri mereka sendiri yang keliru dalam memilih.

Sebagaimana kita ketahui, lelaki punya hak untuk bebas memilih siapa calon istrinya, sedangkan perempuan  mempunyai hak untuk menerima atau menolak lelaki yang datang untuk menginginkannya menjadi seorang istri.

Jadi kalau ada lelaki baik mendapatkan istri yang keji, maka salah lelaki tersebut kenapa memilih perempuan tersebut. Begitu juga kalau ada perempuan yang baik mendapatkannya suami yang keji, maka itu kesalahannya dari perempuan itu sendiri, kenapa malah menerima lelaki tersebut untuk dijadikan suami, padahal kalau dulu sabar sedikit saja, mungkin ada lelaki lain yang lebih  baik lagi  dari suaminya.

Kalau kita yakin dengan ayat diatas dan kita menginginkan pasangan yang terbaik kelak, maka mulai detik ini kita sedah mempersiapkanya, dengan memperbaiki diri  dan terus berusaha menjadikan pribadi yang lebih baik dengan Aqidah, ibadah dan akhlaq yang di ridhoi Allah SWT, ini juga berlaku bagi yang sudah menikah dan terlanjur mendapatkan pasangan yang tidak sesuai, dengan itu Allah SWT akan menolong siapa saja hambanya yang  terus memperbaiki dan  terus mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga akan diberikan kemampuan untuk mempengaruhi & mengajak pasangannya menjadi lebih baik lagi.

Kamis, 18 Agustus 2016

Bima Arya: Merdeka Adalah Syarat Hidup Makmur dan Bahagia


Bima Arya: Merdeka Adalah Syarat Hidup Makmur dan Bahagia



Bogor-Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71, Pemkot Bogor menyelenggarakan pesta rakyat yang dipusatkan di lapangan kelurahan Sukaresmi. Rabu (17/08).

Kedatangan Bima Arya bersama rombongan yang didampingi MS Kaban disambut gagap gempita oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bima Arya menjelaskan,  bahwasanya merdeka itu bukan tujuan akhir dan satu-satunya, "Merdeka adalah syarat hidup makmur dan bahagia, Untuk apa merdeka kalau tidak makmur dan bahagia", Ujar wali kota Bogor itu.

Beliau menambahkan, syarat makmur dan bahagia itu adalah bersatu. Disamping itu beliau mengajak warganya untuk bersatu mendukung Lurahnya, camatnya, anggota dewannya dan dirinya selaku wali kota.

Sebelum diakhiri, pak wali juga minta doa kepada warga, "Do'akan untuk wali kota dan jajarannya supaya amanah dan bisa bekerja untuk membuat rakyat sejahtera", Pungkas mantan pengamat politik itu.

Sedangkan MS Kaban menyampaikan,  bahwa Indonesia ini adalah tempat lahir kita semua. Oleh karena itu, kita harus mempertahankannya.

"Kita merdeka berkat Allah SWT", ujar mantan menteri kehutanan yang mengingatkan kepada masyarakat yang hadir.

Acara semakin meriah ketika Bima Arya mengikuti lomba dan berbaur bersama masyarakat. Selain gebuk bantal, beliau juga mengikuti lomba balap karung dan tarik tambang.(Ibn Hilal)

Senin, 15 Agustus 2016

PENA

Sudah dua hari ini aku melihat lelaki sedang duduk didekat sebuah parkiran, dengan sebuah pena yang terikat di lehernya menggunakan seutas tali. Aku sebagai warga setempat merasa curiga karena malam hari saja dia muncul. 

Malam berikutnya aku melihat lelaki itu lagi, sesekali melihat pena-nya kemudian di kalungkan lagi, sesekali juga melihat-lihat kendaraan yang masih tersdia diparkiran. Dari kejauhan aku mengikuti gerak-geriknya yang mencurigakan itu.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk menghampirinya, untuk menghilangkan kecurigaanku ini. Mungkin lelaki itu sedang mencari seseorang dikampung ini, atau mungkin betul-betul mau mencuri motor yang berada di parkiran, atau mungkin....entahlah?

"Ma'af, boleh saya duduk di sini?" Tanyaku pada lelaki dengan pena yang dikalungkannya itu.
"Silahkan", jawabnya acuh dengan kepala tertunduk ke bawah
"Terima kasih", kataku sambil duduk di samping sebelah kanannya.

Sudah sekitar dua menit kami terdiam, sebenarnya aku berharap lelaki itu yang memulai pembicaraan.

"Barang kali sedang menunggu teman?" Tanyaku memulainya lagi

"Dan kau sendiri,?" Katanya dengan melirikan matanya tajam
kepadaku.

"Aaa aku, Aku hanya ingin duduk di sini saja". Jawabku

"Kenapa harus disini dan tidak di tempat lain saja?" Sambil memperbaiki tempat duduknya. "Apa kau ingin mencari teman dan mengajakku ngobro
l?" Lanjutnya

"Benar". Jawabku berbohong. Dan lelaki itu diam saja. " kebetulan aku sering melihat saudara duduk sendiri".

"Oowh". Responya, sekarang sambil memainkan pena
-nya dengan di putar-putar menggunakan ibu jari dan telunjuknya

"Bagaiana kalau kita
sekarang berteman?" Ajakku kepadanya.
"Boleh" jawabnya setelah aku menunggu agak lama.

"Sudah beberapa malam ini akau melihatmu duduk sendiri disini, barangkali ada yang dicari atau dinanti disekitar daerah sini?"

"Pertanyaan yang penuh kecurigaan", jawabnya sinis sambil mencoret coretkan penanya
ke tempat duduk tidak jelas.

"Sama skali aku tidak mencurigaimu", agak sedikit
tegang dan detak jantung tak karuhan..

"Yaa...yaa, aku tahu. Aku juga tidak menuduh anda begitu, apalagi menuduh anda sebagai intel di kampung ini. Tidak, ku anggap kau sudah menjadi temanku, meskipun baru beberapa saat saja kita kenalannya. Ma'af, aku juga ingin meminta pendapat anda sebagai teman, biasanya teman siap memberikan pertolongan atau saran jika diminta. Bagaimana?"

Sedikit mulai mencair suasananya, nada suaranya sudah seperti agak
mengalir. Aku mencoba melihat-lihat pena di tangannya.

"Langsung saja. Apa yang haru
s akau sarankan kepadamu?"

" Hei, enggak bisa gitu dong, segala persoalan itu harus dirunut dari awal supaya mengerti". Suarana yang agak menasehati

"Ok, kalau itu keinginan anda".

"Hmmm..., begini", terdiam sejenak kayanya ada beban yang sangat berat sedang dialaminya

"Saya mempunyai istri  sedang hamil tua, sembilan bulan", ucapnya sambil melihat ke langit yang agak mendung. " anda sudah faham kalau wanita hamil suka min
tanya yang gak jelas dan aneh-aneh".

"Ngidam maksudmu?"

"Ya. Dan istriku meminta tidak sama seperti ngidamnya istri-istri yang sedang hamil lainnya. Istriku hanya
meminta pena yang ini". Sambil menunjukan jarinya ke pena yang ia bawa. "Sebenarnya istriku sudah memintanya sejak kandungannya berumur tiga bulan. Tapi aku pikir-pikir untuk memberikankan pena ini dan sebisa mungkin aku akan mempertahankan pena ini", Sambungnya lagi sambil mengalungkannya kembali pena tersebut kelehernya.

"Oh, cuma itu. Kenapa tidak dituruti saja kemauan istrimu itu...? Saya kira pena yang sekarang anda bawa tidak akan ada pengaruhnya sama sekali dalam kehidupa
n anda. Pena hanya alat untuk menulis saja, lagian anda bisa membeli pena yang sama percis di toko, kan masih banyak? Istri dan anak yang berada di dalam kandungan itu lebih penting dari pada pena itu". Nasehatku dan sekaligus memohon agar keinginan istrinya didahulukan dari pada mempertahankan pena yang sebenarnya tidak seberapa..

"Jangan sok tau, ini masalah prinsip dan aku sudah berjanji tidak akan meminjamkan pena ini kesiapapun, apalagi memberikannya. Anda tau aku menggunakan pena ini sudah lebih 18 tahun, sejak SMP,  kuliah S1 sampai kini aku gunakan dalam pekerjaanku. Ini adalah benda yang menemaniku dalam berjuang selama itu".

" Tetapi semuanya kan demi istri dan anak yang ada di dalam kandungan, kenapa hanya masalah pena anda harus egois terhadap istri? Kenapa....".

"Cukuuup cukup!" Ia memotong ucapanku dengan sedikt membentak. Aku terkejut dengan perubahan s
ikapnya yang tiba-tiba itu. Lalu lelaki itu berdiri dan beranjak pergi.

Setelah beberapa beberapa meter, kemudian lelaki itu membalikan badanya dan menghadapku.
"Mulai sekaraang, pertemanan kita putus, Ingat itu!" Dengan menundukan kepalanya dan suaranya yang pelan. Kemudian melanjutkan lagi pergi.

Dua malam berikutnya lelaki tersebut terlihat duduk ditempat biasanya, namun kali ini tidak terlihat membawa pena yang dikalungkan dilehernya. Akhirnya mau juga dia memberikan pena-nya itu, pikirku. Karena itu aku berani menghampirinya kembali, meskipun sudah diputuskan pertemanannya. Ia tidak merespon sedikitpun akan kehadiranku. Sementara di samping tempat duduknya terdapat botol minuman keras dan juga
gelasnya. Sekilas wajahnya sangat murung

"Anda lihat kalau malam ini aku tidak mem
bawa pena", ucapanya agak gemetar. " Pena itu telah kukuburkan bersama istri dan anakku. Istriku meninggal saat melahirkan dan bayinya menyusul beberapa jam kemudian. Istriku mengalami pendarahan yang hebat saat aku pulang dari sini beberapa malam lalu", dengan sedih dan gemeteran

"Aaahk!" Hanya itu yang keluar dari bibirku. Dan lelaki itupun bera
njak pergi entah kemana. Sementara awan hitam gelap tebal menutupi indahnya langit, angin besar mampu menggerak-gerakan pohon besar dan tiang listrik dan hujan lebatpun turun dimalam itu.

MENULIS UNTUK KEABADIAN

Setiap manusia mempunyai banyak pengalaman, kisah dan cerita dalam hidupnya. Pengalaman tersebut dimulai dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan,biasa-biasa saja sampai yang sangat mengesankan. Cerita bersama seseorangpun tidak kalah menariknya, cerita bersama keluarga, teman seperjuangan bahkan dengan seseorang yang kita pernah menaruh hati kepadanya. Kisah-kisah saat di pesantren, sekolah, kampus, tempat kerja dan yang lainyapun menjadikan tempat tersebut selalu terkenang.

pengalaman dan cerita tersebut tidak akan selamanya ada. Manusia itu mempunyai sifat  lupa, dengan lupa itu maka bisa menghilangkan pengalaman dan cerita yang ada. Selain lupa, ada lagi yang dinamakan dengan pikun. Lupa bisa dialami oleh seseorang disemua umur, sedangkan Pikun ini biasanya dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia. Selain lupa dan pikun, kematianlah yang akan menghilangkan semua pengalaman perjalanan hidup kita selama ini.

Akan sangat disayangkan apabila diantara pengalaman, ceirta dan kisah tersebut terlupakan, terlebih lagi terhapuskan karena kematian kita. Baik itu pengalaman yang sangat unik, aneh, menakjubkan apalagi pengalaman yang didalamnya terdapat mengandung banyak manfa'at berupa motivasi dan juga hikmah.

Untuk membuat pengalaman itu abadi, kita dapat meneruskan dan menularkannya kepada orang lain melalui tulisan. Dengan tulisan  akan mebuat pengalaman itu bisa abadi, karena sudah dituangkan dalam sebuah buku atau berbentuk soft copy-nya yang bisa di simpan dalam sebuah komputer. Meskipun kita sudah tiada, maka pengalaman yang sudah dituliskan masih bisa di baca oleh orang lain.

Terutama ketika diantara kita mempunyai keahlian dalam bidang tertentu. Ketika tidak dituliskan mungkin hanya bermanfa'at untuk diri kita sendiri dan orang-orang di sekeitar kita.  Namun bilamana semuanya tertuliskan maka manfa'atnya akan semakin banya
k dan luas. Kita bisa mewariskan ilmu-ilmu yang sesuai keahlian untuk generasi  penerus kita nanti. kalau sudah seperti itu, secara tidak sadar kita sudah ikut berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa ini dengan tulisan-tulisan yang telah dibuat.

Bukan tulisan saja yang akan abadi, nama penulisnya juga akan sama. Penulisnya akan dikenal dan dikenang oleh para pembaca dan orang-orang yang biasa mengambil manfa'at dari karya tulis tersebut. sebagaimana kita telah mengenal  Imam Syafi'i dengan Ar-risalah dan Al-Umm-nya, Imam Bukhori dan Imam Muslim dengan Shohih-nya, Imam Al-Ghazali dengan Ihya 'ulimudin-nya, Ibnu Hisyam dengan Sirah nabawiyah-nya dan lain-lain. Meskipun mereka telah tiada ratusan atau ribuan tahun yang lalu, namun kita mengenalnya walaupun belum pernah bertemu.

Setelah kita mengetahui bagaimana cara agar pengalaman itu bisa abadi, yaitu dengan menuliskannya. Maka dari itu, mulai dari sekarang kita ingat-ingat kembali pengalaman-pengalaman itu dan tulislah. Apabila pengalaman tersebut terlalu banyak yang masih teringat sehingga menjadi beban maka abaikan saja, pilih saja beberapa yang paling berkesan kemudian tuliskan sebagai ajang latihan.

BAGAIMANA CARA MEMULAINYA?

Setelah kita tercerahkan akan pentingnya menulis sebuah pengalaman, baik itu berupa kisah, cerita dan juga keahlian kita maka kemudian mempunyai keinginan untuk memulai menuliskannya. Jangan heran, ketika mulai menulis terapat kesulitan disana-sini. Itu terjadi karena kita belum terbiasa saja.
Yang terpenting jangan putus asa, sehingga akan membuat kita berhenti untuk menulis. Dengan demikian, maka menulis akan menjadi dari bagian hidup kita yang tidak bisa ditinggalkan.

1. Langsung saja menulisUntuk memulai atau mau belajar menulis, yaa dengan menulis. Tidak perlu pakai teori ini dan teori itu, Karena kalau menggunakan teori dan juga kaidah dalam menulis kita akan kesulitan, belum juga menulis kita sudah kebingungan terlebih dahulu. Inilah salah satu yang menyebabkan berat untuk memulai menulis. langsung saja menulis dulu, prihal teori dan kaidah dalam menulis itu bisa belakangan.
Kalau masih berat juga, kita perlu memaksakan diri untuk memulai menulis, langsung saja menulis sekarang. Ambil pena dan buka bukunya sekarang juga atau nyalakan komputernya. Tulislah apapun yang terlintas dalam pikiran kita, baik itu berupa pengalaman hidup, gagasan-gagasan tentang sesuatu, mimpi semalam ataupun menuliskan kembali pelajaran di sekolah dan lain-lain.

2. Nikmatilah prosesnya
Segala sesuatu butuh proses, begitu juga dalam menulis. Tidak ada seorang penulispun yang tiba-tiba langsung bagus tulisannya. Mereka yang sudah bagus tulisanya karena sudah terbiasa, mungkin sudah satu tahun, lima tahun, sepuluh tahun atau lebih mereka dalam menulis.

Bersabar dan nikmatilah dalam menghadapi prosesnya. Mungkin tahun pertama sejak kita mulai menulis kemampuannya hanya 20%, kalau terus belajar dan berlatih mungkin tahun berikutnya akan meningkat menjadi 40% kemampuan menulisnya. Kalau terus menerus tidak menutup kemungkinan kemampuan menulis kita bisa mencapai 90% bahkan 100%.
Selamat mencoba dan selamat berjuang.
Keluarga, teman-teman, masyarakat dan juga umat sedang menanti-nantikan karya besar kita sekarang juga. Percayalah, generasi-generasi selanjutnya sangat mengharapkan kehadiran karya  hebat yang muncul dari buah tangan kita semua.


Kuningan, 27 juli 2016 

Kamis, 02 Juni 2016

TIDAK PEDULI...! ORANG KAFIR ADIL DAN PINTAR, TETAP SAJA HARAM.



Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Ali Imraan:1)

 Allah SWT menginformasikan kepada kita dalam ayat di atas, bahwasanya Allah telah memperjalankan hamban-Nya, yakni nabi Muhammad SAW. Perjalanan ini dari masjidil harom ke masjidil Aqso kemudian dilanjutkan ke sidratul muntaha dalam waktu yang singkat . sekarang lebih kita kenal dengan peristiwa Isra Mi’raj. Peristiwa ini mrupakan mukjizat nabi Muhammad terbesar kedua setelah kitab Al-Quran nurkarim.

 Sekembalinya Rasulullah di isra dan Mi’rajkan, pagi harinya Rasulullah merenung dalam kesendirian, beliau menyadari bahwasanya peristiwa yang baru saja dialaminya ini akan berat dan sulit diterima oleh kaumnya. Kemudian lewatlah abu Jahal dihadapan nabi, dan melihat keadaan nabi dalam kondisi termenung seperti itu. Ditanyalah Rasulullah oleh abu Jahal, kemudian Rasulullah menjawab dan menceritakan peristiwa isra mi’raj itu kepada abu jahal. Mendenganr cerita Rasul yang dianggapnya tidak mungkin terjadi dan beliau sedang berdusta, kontan abu jahal memanggil masyaraka quraisy agar bisa berkumpul dan mendenganrkan cerita langsung dari nabi.

 Rosulpun menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya semalam, yakni melakukan perjalanan dalam satu malam dari mekah ke palestina kemudian dilanjutkan kelangit ketujuh. Mendengar itu, kaum kafir Quraisy langsung menertawakannya bahkan orang-orang yang berimanpun keimanannya menjadi goyang dan tak banyak yang keluar dari agama Islam. Karena perjalanan normal dari mekah ke palistina bisa ditempuh dalam waktu 1 bulan dengan menggunakan unta.

 Akan tetapi, lain halnya dengan sahabat Abu bakar ketika didatangi utusan, dan utusan tersebut menceritakan peristiwa itu. Abu bakar kemudian bertanya kepada utusan tersebut, siapa yang menceritakan peristiwa nabi itu? Dan utusan itu menjawab, Nabi sendiri yang menceritakannya. Kalau berita itu datangya dari nabi, jangankan peristiwa itu, peristiwa yang lebih mustahilpun beliau mempercayainya, membenarkannya dan meyakininya. Setelah itu Abu bakar pergi menemui Rasull untuk membenarkannya. Karena inilah Abu bakar mendapat gelar As-shidiq

. Allah berfirman didalam Quran Surat Al-Hasyr: 7 . Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Itulah ketaatan dan ketebalan iman Abu bakar, apapun itu yang datang dari Rasulnya beliau menerimanya, mentaatinya dan meyakininya tidak peduli meskipun orang-orang kafir membencinya, meskipun orang-oran munafik memusuhinya. Dari peristiwa diatas mestinya menjadi pelajaran buat kita semua, apapun itu yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rosulnya kita harus meyakininya, menerimanya, membenarkannya, serta mentaatinya. Kalau kita tidak seperti itu maka telah melakukan pembangkangan kepada Allah dan ini merupakan dosa yang besar. Bahkan ketika kita menolak salah satu dari yang telah ditetapkan Allah dalam Al-quran maka kita telah murtad atau keluar dari agama islam.

 Mari kita lihat di masyarakat kita, ketika dihadapkan dengan pemilihan umum saja, untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka. Dalam hal ini masyarakat khususnya kaum muslimin masih banyak yang keliru akan pilihan mereka. Masih ada, bahkan banyak saudara kita yang memilih pemimpin di luar agama islam, padahal jelas Allah SWT telah melarang kita untuk menjadikan seorang kafir untuk menjadi pemimpin kita. Sebagaimana dalam firmannya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali[368] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ? (QS. An-Nisa:144)

 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS Al-Maidah 51)

 Kenapa saudara-daudara kita seiman masih saja ada yang memilih, mendukung dan mensukseskan orang kafir sebagai pemimpin? Mereka mengira dan menganggap bahwasaanya orang kafir Adil lebih baik dari pada muslim korupsi atau muslim zhalim. Mereka bisa berfikir seperti itu karena diri mereka sendiri yang kurang memperhatikan ajaran islam, sehingga tidak tau dan tidak memahami persoalan pengankatan pemimpin diluar muslim. Selain itu factor luar juga, yang tidak suka dengan agama islam berkembang dan maju, yaaitu orang orang kafir. Ditambah orang dalam yaitu, orang-orang liberal yang suka memanipulasi dan menafsirkan ayat sekehendaknya.

 Untuk menanggapi dan menjawab perkara ini, kita harus mencontoh sahabat Abu bakar Ash-shidiq ketika meyakini dan membenarkan peristiwa isra dan mi’raj. Dalam hal ini ketika Allah telah melarang dan mengharamkan untuik menjadikan pemimpin kafir. Maka kita harus menerima. Meyakini, membenarkan dan menta’ati bahwasanya kita tidak boleh memilih pemimpin dari orang kafir. Apapun alasannya tidak peduli, ketika Allah mengharamkan, yaa tetap haram dan selamanya menjadikan pemimpin non muslim adalah haram. Meskipun orang kafir itu adil, meskipun orang kafir itu cerdas meskipun orang kafir itu banyak prestasinya, tetap saja haram kita memilihnya. Bahkan kalau saja orang kafir itu di usung dari partai Islam, di dukung oleh tokoh-tokoh nasional dan sampai-sampai di support oleh Habaib dan ulama, Tidak peduli. sekali haram tetap haram.

 Mari kita kembali lagi kepada islam yang semuanya diatur dalam Al-Quran dan sunnah, dengan mempelajarinya serta mengamalkan apa-apa yang ada didalamnya. Tetap kita pegang erat-erat Al-quran ini, jangan sampai perbuatan kita keluar dan bertentangn dengan aturan-aturan yang ada dalam islam, yang terkandung dan dijelaskan dalam Al-quran dan hadits Nabi Muhammad Saw.

INDONESIA DIMISKINAN OLEH ASING

“Dialah Allah yang menjadikan segala yang ad di bumi untuk kamu…”.(QS Al-baqoroh:29)

 Indonesia adalah negara yang banyak diberikan karunia oleh Allah SWT, dengan tanahnya yang subur sehingga menjadikan Indonesia penghasil rempah-rempah terkemuka di Dunia. Ditambah dengan hasil hutan yang luar biasa. Begitu juga hasil lautnya, Indonesia terkenal pengekspor berbagai macam jenis ikan, belum lagi jenis makanan lainnya yang di berada di lautan nusantara termasuk kerang mutiara. Hasil pertambangannyapun sangat banyak diantaranya: emas, perak, besi, baja, timah, batu bara, timah dan berbagai macam batu hiasan yang langka. Dengan karunia yang diberikan Allah tersebut, Indonesia dengan jumlah penduduknya mencapai 200 juta lebih harusnya mampu mensejahterakan rakyatnya. Jangankan jumlah penduduknya 200 juta jiwa, kalau saja Indonesia berpenduduk 1 miliyar jiwapun masih sanggup menghidupi rakyat dan Negara ini. Asalkan semua itu dapat dijaga dan dikelola dengan baik oleh Negara.

 Namun bisa kita lihat keadaan masyarakat sekarang, yang seharusnya mereka itu merasakan kehidupan yang sejahtera, akan tetapi tidak. Kemiskinan masih banyak kita saksikan di negri tercinta ini, jangankan untuk mrnyekolahkan anak-anak mereka, untuk kebutuhan sehari-hari seperti makananpun terkadang tidak terpenuhi. Anak jalanan, pengemis, bahkan orang-orang yang tinggal di pinggiran kali dan di tempat-tempat sampahpun masih ada. Ini bisa terjadi karena orang-orang asing terutama barat mengetahui akan kelebihan atas kekayaan yang dimiliki Indonesia. Dengan kekuatan politik barat mereka menyerang ekonomi secara serius kepada Indonesia. Berbagai pertambangan yang ada di Indonesia di garap dan dikelola oleh mereka, contohnya seperti perusahaan Freeport, Ekson mobile Caltex dll. Selain itu dengan menggunakan bisnis kapitalis yang hanya menguntungkan mereka, sehingga Indonesia hanya mendapatkan sebagian kecil saja.

 Dengan keadaan seperti ini, yang jelas-jelas merugikan Negara yang berimbas kepada kesejahteraan masyarakaatnya. pemerintah tidak boleh diam, harus segera bertidak sebelum sumberdaya yang lainnya akan dikuasai lebih banyak lagi oleh asing dan semakin banayak pula masyarakatnya yang semakin sengsara. Kalau pemerintah tidak mau merubah semua ini berarti pemerintah tidak punya niat dan keingingan baik untukmengeluarkan Negara ini dari keterpurukan. Itu merupakan kezaliman dan menandakan tidak amanahnya para pejabat tinggi kita dalam menjalankan roda pemerintahan ini.

 Tidak ada jalan lain selain mengusir asing dari Indonesia, tentunya mereka yang ingin membuat terus-menerus Negara Ini menjadi negara mis kin. Dengan cara menyelamatkan sumberdaya alam kita dari mereka. Bisa dengan memutuskan kerjasama yang merugikan itu serta membuat peraturan yang tegas akan pengelolaan alam ini agar tidak mudah dikuasai asing lagi. Ini yang mestinya diperjuangkan pemerintahan sehingga sumberdaya yang ada bisa dikelola oleh Negara dan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat.

 Mari kita kembali dan melihat ajaran-ajaran Islam yang mengatur semuanya. Termasuk mengatur sumber daya Alam yang merupakan potensi bagi suatu Negara. Yang seharusnya tidak di jual atau dikelola oleh asing, karena sumberdaya ini untuk kita semua. Rasullullah SAW bersabda:”kaum muslim bersekutu dalam tiga hal; air, padang dan api’.(HR Ahmad)

MIRAS INDUK DARI SEMUA KEJAHATAN



Dan hendaklah diantara kamau ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka adalah orang-orang yang beruntung.(QS. Ali Imran:104)

 Ayat di atas merupakan dalil bahwasanya kewajiban kita untuk berdakwah, dakwah itu harus sesuai kondisi dan yang perlu pada waktu itu. ketika dilingkungan kita sedang maraknya perdukunan, maka berdakwahlah dengan mengajak mereka agar segera meninggalkan perbuatan syirik itu. ketika di tempatlain dierlukannya berkaitan dengan zina, yaa seorang di harus membawakan tema terkait dengan perzinaan. untuk akhir-akhir ini di indonesia sedang marak-marknya kasus-kasus pemerkosaan yang diakibatkan dari pengaruh minuman keras.

 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-maidah:90).

 Dalam ayat di atas, Allah SWT memberikan informasi kepada kita bahwasanya meminum khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan. Oleh sebab itu kita disuruh untuk menjahuinya, dan bagi yang bisa menjauhi dari semua itu maka mereka akan beruntung. Dan bagi yang tidak peduli akan itu kemudian mengerjakannya maka akan mendapatkan kerugian. Kerugian ini bukan hanya untuk pribadnyai, tetapi juga untuk orang lain.

 Suatu fakta yang sangat memprihatinkan, bulan mei 2016 ini ramai kembali kasus seksualitas yang terjadi pada anak-anak,kasus yuyun(14) di Bengkulu yang diperkosa oleh 14 orang secara bergantian kemudian dipukuli, diikat dan akhirnya dibuang tubuh korban ke jurang. Kejadian ini bermula dari para tersangka yang sebelumnya melakukan perbuatan keji itu meminum tuak (minuman keras) terlebih dahulu.

 Seorang penzina belum , tentu mencuri, seorang pencuri belum tentu membunuh, seorang pembunuh belum tentu merampok, seorang perampok belum tentu memperkosa. Tapi kalu sudah mabuk, konon keberanian pelaku menjadi meningkat, rasa takut dan minder menjadi hilang akal sehatnya pun menjadi hilang. Sehingga pemabok bisa melakukan semua kejahatan yang ada. Makanya Nabi menyatakan bahwasanya khamer (miras) adalah Ummul khobaits (induk dari segala kejahatan) sebagaimana yang diriwayatkan oleh ibnu Abbas, Khamer adalah induk dari kekejian dan dosa yang paling besar, barang siapa yang meminumnya ia bisa bezina dengan ibunya, saudari ibunya, dan saudari bapaknya (HR Ath-Thabrani).

 Di negri ini, sangat mudah untuk mendapatkan minuman haram itu, sehingga dengan mudah pula orang-orang untuk mendapatkannya. Kalau hal ini dibiarkan terus-menerus maka tingkat angka pembunuhan, pemerkosaan, pencurian akan semakin banyak dan naik. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah yang nyata untuk membendung peredaran minuman keras ini. Untuk menghentikan peredaran sekala nasional dari minuman keras ini sebenarnya sangat mudah, hanya saja pemerintah kita tidak mau. Hanya dengan membuat perundan-undangan ataupun kepres tentang pelarangan saja sudah cukup sebenarnya. Serta diberikan sangsi yang tegas bagi penjual, pembeli ataupun yang mengedarkannya.

 Selain itu, pihak-pihak yang terkait harus gencar untuk mengkampanyekan kerugian atau bahayanya meminum minuman keras itu. Dalam hal ini para ustadz bisa memberikan penjelasan kepada jama’ahnya, seorang guru kepada murid-muridnya, pimpinan perusahaan kepada karyawannya bahkan kampanye ini bisa kita lakukan kepada keluarga, tetangga dan juga siapa saj yang bisa kita ajak untuk berbicara. Mari kita kembali kepada Al-quran sebagai pedoman hidup. Yang salah satu kandungan didalamnya adalah ada larang untuk meminum minuman keras. Jauhkanlah diri dan jangan pernah coba-coba meminum minuman keras, karena itu telah diharamkan oleh Islam, dan berdampak berbahaya bagi peminumnya serta kepada orang lain.